
Seputar Nusantara – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur memprediksi lonjakan kunjungan wisatawan pada periode setelah Idulfitri 2026.
Optimisme ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta semakin berkembangnya daya tarik destinasi wisata di daerah tersebut.
Sekretaris Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, menyampaikan bahwa tren perjalanan masyarakat menunjukkan arah positif.
Ia memperkirakan jumlah wisatawan yang datang ke Kalimantan Timur akan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tren mobilitas masyarakat menunjukkan peningkatan. Kami memperkirakan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur akan mengalami kenaikan signifikan pada periode pasca-Lebaran tahun ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu faktor penting yang mendorong minat kunjungan.
Banyak masyarakat yang penasaran untuk melihat langsung perkembangan kawasan tersebut, baik untuk tujuan wisata maupun sekadar berkunjung.
“Keberadaan IKN memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan. Banyak masyarakat yang tertarik untuk berkunjung, baik untuk tujuan wisata maupun sekadar melihat perkembangan kawasan,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur juga turut mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
Akses transportasi yang semakin baik, termasuk konektivitas dari Bandara Balikpapan menuju kawasan IKN, dinilai membuat perjalanan wisata menjadi lebih mudah dan efisien.
Sebagai langkah menghadapi lonjakan kunjungan, Dispar Kaltim telah menyiapkan berbagai strategi. Mulai dari peningkatan kesiapan fasilitas hingga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak terkait.
“Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pada masa arus perjalanan pasca-Lebaran yang diprediksi cukup tinggi,” tambahnya.
Berdasarkan data Dispar, jumlah kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur sepanjang 2025 mencapai 480.626 orang. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat, terutama saat momen libur panjang seperti Idulfitri.
“Kita optimistis dapat mengelola lonjakan kunjungan wisatawan secara optimal, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah,” tegas Restiawan. (*)