Ekonomi

Larangan Eskpor CPO ke Uni Eropa, Isran: Persaingan Bisnis

Seputar Nusantara – Uni Eropa mengeluarkan kebijakan pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) asal Indonesia.

Isu lingkungan menjadi alasan mengapa kebijakan tersebut dikeluarkan.

Merespons isu tersebut, Gubernur Kaltim, Isran Noor menolak jika isu lingkungan dijadikan alasan Uni Eropa melarang ekspor CPO dari Indonesia.

Menurut orang nomor satu di Kaltim, persaingan bisnislah yang menjadi alasan kuat dibalik kebijakan tersebut.

“Ya memang karena persaingan bisnis saja,” ungkap Isran.

Isran melanjutkan, saat ini di beberapa negara di kawasan Eropa memang sedang gencar mengembangkan perekbunan Bunga Matahari dan Kanola.

Perkebunan tersebut ditengarai akan menjadi sumber minyak goreng baru bagi negara-negara di Eropa.

“Jadi ya mungkin mereka mau melindungi pengusaha-pengusaha mereka dengan kebijakan larangan CPO,” sambungnya.

Dalam pernyataannya, Isran mengungkapkan bahwa jka dibandingkan dengan minyak bunga matahari, minyak kelapa sawit justru lebih ramah lingkungan.

Hal ini karena pohon kepala sawit mampu bertahan hidup 25 hingga 30 tahun. Selama itu sawit tetap menjadi tanaman homogen.

Sedangkan, bunga matahari setiap enam bulan harus dipanen atau ditebang.

Persaingan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, dan perkebunan bunga matahari di Uni Eropa memang berkaitan dengan kapasitas produksi.

Sebab, satu hektar pohon sawit setara dengan 10 hektare tanaman bunga sehingga bunga matahari tidak mungkin bersaing dengan kanola. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button