Pergantian Tahun Ajaran, DPRD Samarinda Soroti Jumlah SMP Negeri

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Memasuki pergantian Tahun Ajaran baru 2024/2025, DPRD Samarinda kembali menyoroti jumlah sekolah negeri, khususnya yang ada di jenjang menengah. Minimnya ketersediaan SMP Negeri di Samarinda dianggap menjadi masalah dalam setiap moment pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor.
Ahmat Sopian mengaku prihatin terhadap kesulitan yang dialami beberapa siswa dalam menemukan sekolah di dalam zonasinya. Meskipun Samarinda terus mengalami kemajuan, kota ini masih kekurangan gedung SMP di beberapa kecamatan yang padat penduduk.
“Hasilnya anak-anak terpaksa mencari di zona lain, yang mana ini sangat menyulitkan orang tua di tengah penerapan sistem zonasi dalam pelaksanaan PPDB,” jelasnya.
Ia mengakui, memang ada beberapa opsi yang bisa diambil orang tua siswa. Salah satunya dengan memasukkan anak mereka ke sekolah swasta. Namun, menurutnya tidak semua orang tua di Samarinda sanggup untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta.
“Di mana kita tahu, kalau sekolah swasta biaya sepenuhnya ditanggung orang tua. Sementara warga kita ini latar belakang ekonominya beragam. Belum tentu semuanya sanggup untuk membiayai anak mereka di sekolah swasta,” terangnya lagi.
Karena itu, ia berharap persoalan ini dibahas dengan serius oleh Pemkot Samarinda melalui instansi terkait yang menangani urusan pendidikan. Sebab, persoalan ini kerap menjadi masalah tahunan yang selalu muncul dalam pelaksanaan PPDB di setiap tahun ajaran.