Komisi IV DPRD Samarinda Singgung Program Literasi yang Masih Terhambat Anggaran

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Samarinda. Hearing tersebut dilakukan untuk membahas progress penyerapan APBD dalam tahun anggaran 2024.
Selain itu pihaknya juga turut membahas usulan penambahan anggaran dalam perubahan APBD 2024. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut pihaknya juga membahas usulan program dan anggaran dalam APBD 2025 mendatang.
Dari hasil rapat tersebut, Puji melihat adanya hambatan yang harus dihadapi Dispursip dalam melaksanakan berbagai program yang sudah direncanakan. Khususnya dalam program peningkatan literasi yang menurutnya penting untuk dimaksimalkan.
“Beberapa hambatan itu mencakup Sumber Daya Manusia, dan sarana prasarana juga yang kami lihat masih kurang memadai,” ucap Puji.
Bahkan menurutnya sejauh ini pemerintah belum optimal dalam melakukan sosialisasi dan edukasi. Sehingga angka literasi di Samarinda masih belum bisa mencapai angka yang diharapkan.
Padahal sejauh ini, Pemkot Samarinda sudah berkomitmen untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan anggaran yang cukup untuk menyiapkan SDM dan sarana prasarana yang memadai.
Namun, program-program literasi ini masih terkendala oleh kurangnya anggaran dan kemampuan keuangan daerah yang belum mencukupi.
“Kemampuan keuangan daerah kita belum mumpuni, tapi semoga perlahan bisa kita realisasikan,” pungkasnya.