BalikpapanKaltim

Prabowo Subianto Tandai Era Baru Kilang Nasional, RDMP Balikpapan Jadi Terbesar di Indonesia

Seputar Nusantara – Pemerintah menegaskan langkah serius menuju kemandirian energi nasional dengan meresmikan proyek Rencana Induk Pengembangan Kilang Pertamina (RDMP) Balikpapan.

Fasilitas ini kini berstatus sebagai kilang minyak terbesar di Tanah Air dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, dalam laporannya menyampaikan bahwa RDMP Balikpapan menelan investasi sebesar Rp123 triliun.

Proyek strategis ini meningkatkan kapasitas pengolahan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari, sekaligus telah memenuhi standar emisi Euro V dan mendukung agenda Net Zero Emission (NZE).

Menurut Bahlil, keberadaan kilang tersebut memberi dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Salah satunya dengan penghematan devisa negara yang diperkirakan lebih dari Rp60 triliun per tahun, seiring berkurangnya impor bahan bakar minyak, khususnya jenis solar.

Selain itu, RDMP Balikpapan juga diarahkan untuk meningkatkan produksi bahan bakar berkualitas tinggi dengan RON 92, 95, hingga 98.

Langkah ini diharapkan dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM serta mendorong badan usaha swasta untuk menyerap produk dalam negeri melalui Pertamina.

Presiden RI Prabowo Subianto yang meresmikan langsung proyek tersebut menyebut RDMP Balikpapan sebagai pencapaian bersejarah bagi Indonesia.

Ia menilai, peresmian kilang minyak ini menjadi momen langka karena terakhir kali pembangunan kilang serupa dilakukan lebih dari tiga dekade lalu.

“Peresmian kilang minyak di Indonesia terakhir terjadi sekitar 32 tahun lalu. Hari ini adalah momen yang membanggakan bagi kita semua,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa selain ketahanan pangan, kemandirian energi merupakan pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang besar dan harus dikelola secara mandiri demi kepentingan nasional.

“Bangsa ini dianugerahi kekayaan energi yang luar biasa. Sudah seharusnya kita mampu mengelola dan memanfaatkannya untuk kepentingan kita sendiri,” tegasnya. (*)

Back to top button