Samarinda

DPRD Samarinda, Canangkan Agar CSR Bantu Masalah Sosial

Seputar Nusantara – Permasalahan anak jalanan (anjal), gelandangan, dan pengemis masih marak terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Hal ini tak kunjung usai meski telah dilakukan penertiban oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Meskipun demikian, upaya pengentasan tersebut masih terus dilakukan tak terkecuali dari jajaran legislator Samarinda melalui kebijakan dengan mendorong berbagai pihak untuk turut berkontribusi. Salah satu wacana pihak legislatif disampaikan oleh Sri Puji Astuti selaku Ketua Komisi IV DPRD Samarinda.

Bagi Sri, pengentasan masalah sosial tak bisa hanya mengandalkan APBD  atau bantuan keuangan dari pemerintah pusat. Perlu adanya kepedulian masyarakat Samarinda dalam membayar zakat dan infaq. Forum Corporate Social Responsibility (Forum CSR) bisa menjadi solusi untuk pengentasan masalah sosial yang ada di Samarinda.

“Jadi banyak sekali, ya. Banyak sekali PR kita. Sehingga kalau hanya mengandalkan bantuan pusat lalu anggaran dari APBD Kota, itu tidak bisa. Jadi memang harus ada peran dari CSR,” kata Sri.

Ia kemudian menyampaikan bahwa selama ini Dinas Sosial Kota Samarinda terkendala akibat minimnya anggaran untuk menangani persoalan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya. Terlebih saat ini Kota Samarinda telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pembinaan terhadap Pengemis, Anak Jalanan, dan Gelandangan yang masih perlu dievaluasi.

“Hal ini kemudian juga diperparah dengan regulasi yang dinilai masih perlu dievaluasi. Karena regulasi yang ada, kewenangan untuk mengelola Panti Sosial hanya pihak Pemerintah Provinsi,” lanjutnya.

Adapun permohonan dari Pemkot kerap kali tidak bisa diterima lantaran keterbatasan kapasitas panti.

“Kita masih mengharapkan mungkin nanti ada forum CSR yang bergerak untuk memberikan penanganan lebih lanjut. Karena orang yang kita tertibkan ini tidak hanya butuh rumah. Dia butuh pangan, sandangnya, pendidikannya, seperti apa layanan kesehatan, lalu untuk kehidupan sosialnya,” pungkasnya.  (ist/jw-kk)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button