Samri Shaputra Usulkan Pemkot Samarinda Sederhanakan Administrasi Probebaya

Seputar Nusantara – Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) jadi salah satu andalan Pemkot Samarinda, membangun Kota Tepian.
Bappedalitbang) Samarinda, telah melakukan evaluasi capaian program Probebaya tahun 2023.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalilan, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Bappedalitbang Samarinda, Nadya Turisna, mengatakan rata-rata pencapaian sarana dan prasarana (Sapras) Probebaya di setiap RT di bawah 50 persen.
Tapi ada juga RT yang sudah 90 persen, bahkan ada yang selesai hingga 100 persen.
“Banyak tahapannya, seperti PKS (Perjanjian Kerja Sama), MoU dan proses menyiapkan administrasinya juga harus terlebih dulu baru bisa cair,” kata Nadya.
“Kemudian baru bisa dikerjakan, kemudian barulah SPj (Surat Pertanggungjawaban),” lanjutnya.
Hal tersebut merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh dalam progres pembangunan.
“Kenapa progresnya ini agak telat? Sebab rata-rata semua di bawah 50 persen. Ini memang masih diperkirakan karena masih di pertenganan tahun,” kata dia.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengusulkan kepada pemerintah agar dapat menyederhanakan sistem administrasinya.
Sebab, ia menilai program Probebaya ini sedikit dilematis karena seperti yang diketahui, program tersebut dikelola masing-masing ketua RT yang latar belakang pendidikan dan pemahamannya pun berbeda-beda.
“Ada administrasi yang mereka harus lewati, di mana sistemnya itu sudah hampir sama dengan proyek besar dalam pertanggungjawabannya. Sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) para ketua RT kita minim,” jelas Samri.
Ia berharap masing-masing ketua RT dapat diberikan pendampingan masif agar proses administrasi tidak menghambat untuk merealisasikan pembangunan di wilayahnya masing-masing melalui anggaran Probebaya.
“Pemkot perlu memikirkan lagi dengan menyederhanakan sistem yang digunakan di masyarakat sesuai dengan kemampuan masyarkat,” pungkasnya. (adv)