Laila Fatihah Ingatkan Pendistribusian Gas Elpiji Harus Terkoordinasi

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Urusan pendistribusian Gas Elpiji berukuran 3 kilogram (kg) kembali menjadi sorotan DPRD Samarinda.
Kali Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah angkat bicara perkara distribusi gas yang kerap mengalami kendala, hingga berujung pada kenaikan harga gas di kalangan masyarkat.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menggarisbawahi, pentingnya koordinasi antara Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memastikan gas elpiji tersebut tersalurkan tepat ke masyarakat yang berhak menerima.
“Karena, gas ukuran 3 kilogram itu kan memang disediakan untuk rakyat yang kurang mampu. Bahkan di tabung ada sudah ada tulisannya,” ucap Laila, Sabtu (8/6/2024).
Sementara itu di satu sisi ia melihat, masih banyak masyarakat yang tetap membeli gas elpiji tersebut meskipun harga yang dijual di pasaran sempat mengalami kenaikan.
Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa tidak semua gas elpiji 3 kilogram dinikmati oleh penduduk terkategori miskin.
“Kondisi ini diperparah dengan rumitnya proses pendistribusian gas. Ini juga menjadi PR besar bagi kita, karena banyak pedagang yang tahunya hanya berdagang saja. Tanpa mau tahu bagaimana aturannya,” jelasnya.
“Belum lagi pendistribusian gas yang tidak tepat sasaran, seperti misalnya diedarkan di luar wilayah yang semestinya,” lanjutnya.
Laila menerangkan hal ini terjadi karena tabung gas yang dijual di wilayah berbeda, cenderung bisa memiliki harga yang lebih tinggi. Sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para pedagang. (adv)