
Seputar Nusantara – Pembahasan mengenai APBD Perubahan sudah mulai dilakukan saat memasuki awal Agustus ini, bahkan nantinya Pemkot akan membahas APBD murni 2023 mendatang.
Masyarakat kini menunggu penyesuaian program Pemkot yang akan diusulkan dalam rencana pembangunan infrastruktur tiap kelurahan hingga kecamatan.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Nursobah mengatakan, Pemkot perlu jeli dan memperhatikan kebutuhan masyarakat terutama dalam kebutuhan infrastruktur.
Nursobah mengaku, sudah sering kali memperhatikan keluhan warga terhadap kurang baiknya infrastruktur di Samarinda. Usulan masyarakat tersebut nantinya akan berguna dijadikan pembangunan prioritas.
Ia juga mengungkapkan melakukan penelusuran jalan lebih dari 200.000 kilometer di Kota Samarinda. Pemantauan ini dilakukan di lapangan untuk melihat langsung keluhan warga melalu media sosial.
Nursobah memberikan catatan bagi pemangku kebijakan terkait APBD Perubahan 2022 hingga APBD murni 2023 nanti:
- Jalan protokol, gang warga harus diaspal atau dicor.
- 10.000 gang dengan kondisi fisik jalan sekira lebar 2-3 meter dan panjang rerata 100 meter.
- 10.000 gang dengan jumlah 2.000 RT. Paling tidak 5 jalan kecil. Layak diutamakan sebagai respons atas kebutuhan rakyat dengan lebih 1 triliun bisa untuk bangunan riil jalan rusak, lampu, dan parit.
- Lampu jalan gang. Paling tidak 20 titik per RT cukup membuat terang benderang jalan warga di Samarinda.
- Jalan berlubang di tengah kota. Harus secepatnya berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim sebagai pemilik tanggung jawab. PUPR Samarinda harus aktif usulkan dan tidak diam seribu bahasa dengan full data berbasis IT yang terlihat CCTV.
- Moderasi sistem Smart City Samarinda termasuk baik di Kaltim. Maka harus dijadikan sebagai instrumen pembangunan dan kebanggaan.
- Program stabilitas harga kebutuhan pokok dan keperluan membangun sister city menjadi solusi untuk menyiapkan ketahanan pangan masa depan.
- Alokasi perubahan harus dilakukan dengan prinsip keadilan sesuai Permendagri.
- Targetkan semua warga Samarinda bebas biaya kuliah. Pasti SDM Samarinda berprestasi di mata daerah lain.
- Pendidikan 20%. Berikan beasiswa semua warga. Kesehatan 10% dan buat sehat semua warga.
- Samarinda bisa menjadi pilot project kemajuan sebelum IKN mewujud.
- Fokuskan pertumbuhan ekonomi plus sebagai jawaban minus tahun lalu.
- Saatnya APBD full untuk rakyat pasca pandemi Covid-19.