KaltimKutai Kartanegara (Kukar)

Genjot Produksi dan Validasi Data, Kukar Diproyeksikan Jadi Sentra Pangan Kaltim

Seputar Nusantara – Komitmen menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan utama di Kalimantan Timur terus diperkuat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya akurasi data lapangan sebagai fondasi penyusunan kebijakan sektor pertanian dan peternakan.

Penegasan tersebut disampaikan Aulia saat memimpin rapat kerja bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara (Distanak Kukar).

Ia meminta seluruh jajaran lebih aktif melakukan pendataan langsung agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangRan.

“Data riil dan kondisi objektif di lapangan adalah kunci agar kebijakan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Aulia.

Pendataan Terintegrasi dan Digitalisasi

Bupati menginstruksikan pejabat dan staf Distanak untuk rutin turun ke lahan pertanian maupun sentra peternakan.

Pendataan berkala mencakup luas tanam, capaian produksi, hingga populasi ternak, yang selanjutnya harus terintegrasi dalam sistem digital.

Langkah ini dinilai penting agar perencanaan pembangunan sektor pangan menjadi lebih terukur dan berbasis data akurat, bukan sekadar estimasi administratif.

Produksi Padi Tertinggi di Kaltim

Dalam rapat tersebut juga dibahas strategi peningkatan produksi padi dan hortikultura, serta pengembangan komoditas unggulan seperti sapi dan ayam petelur.

Pada 2025, produksi padi Kukar diperkirakan mencapai sekitar 110,87 ribu ton gabah kering giling (GKG). Capaian itu menempatkan Kukar sebagai daerah dengan kontribusi produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

Selain peningkatan produksi, Aulia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas peternak melalui pelatihan berkelanjutan yang disertai dukungan sarana dan prasarana.

“Kita meminta agar bantuan sarana prasarana dibarengi dengan pelatihan intensif bagi para peternak,” jelasnya.

Menurutnya, strategi tersebut bukan hanya untuk mendongkrak angka produksi, tetapi juga menjaga distribusi dan kestabilan harga pangan di pasaran.

“Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka produksi, tetapi juga menjamin kelancaran distribusi dan stabilitas harga pangan di pasar,” tegasnya.

Dengan penguatan data, optimalisasi produksi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Kukar optimistis target sebagai lumbung pangan Kaltim dapat tercapai secara berkelanjutan. (*)

 

Back to top button