Koperasi Merah Putih di Sangasanga Muara Dibangun, Kukar Perkuat Ekonomi Desa dan Petani

Seputar Nusantara – Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah desa terus didorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satunya melalui pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Sangasanga Muara yang kini resmi dimulai.
Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Sunggono sebagai tanda dimulainya proyek tersebut.
Koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM.
Sekretaris Camat Sangasanga, Sudarmadi, menjelaskan bahwa koperasi ini merupakan unit keempat yang dibangun di wilayah tersebut.
“Koperasi ini dibangun di lahan seluas 1.500 meter persegi yang merupakan hibah dari PT Panorama dengan target pengerjaan selama 92 hari,” kata Sudarmadi.
Ia menambahkan, bangunan koperasi berukuran 20 x 30 meter itu akan difungsikan sebagai pusat distribusi, gudang hasil pertanian, sekaligus ruang pengembangan UMKM.
“Gedung ini nantinya akan menjadi pusat distribusi, gudang hasil pertanian dan pusat UMKM,” jelasnya.
Sementara itu, Sunggono mengapresiasi kontribusi pihak swasta dalam mendukung pembangunan tersebut, khususnya PT Panorama yang telah menghibahkan lahan.
“Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan,” ungkap Sunggono.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan koperasi ini bukan semata program pemerintah, melainkan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Koperasi ini dibangun bukan untuk kepentingan pemerintah, tetapi untuk kepentingan rakyat yang nanti akan menerima manfaatnya adalah masyarakat di sekitar koperasi,” tegasnya.
Hingga kini, program Koperasi Merah Putih telah tersebar di 237 desa dan kelurahan di Kukar.
Pemerintah daerah pun mendorong seluruh kecamatan untuk segera menyiapkan infrastruktur serupa guna mempercepat pemerataan ekonomi.
“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi dan ukuran kinerja, terutama bagi kecamatan yang belum menyelesaikan lokasi pembangunan,” sebutnya.
Selain itu, Sunggono mengingatkan pentingnya pengelolaan koperasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat agar manfaatnya benar-benar optimal.
“Tujuannya memperkuat perekonomian desa, meningkatkan nilai tukar petani, menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan inklusi keuangan,” pungkasnya. (*)