KaltimSamarinda

Usai Ditabrak Tongkang, PUPR Kaltim Sebut Konstruksi Jembatan Mahulu Masih Aman Dilintasi

Seputar Nusantara – Dinas PUPR Kaltim melaporkan kondisi Jembatan Mahulu masih aman dilintasi kendaraan setelah insiden kapal tongkang menabrak fender jembatan, pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.

Insiden pertama, Jembatan Mahulu ditabrak tongkang M80-1302 yang ditarik Tugboat KD 2018 milik PT Dharmalancar Sejahtera.

Selanjutnya, pada 4 Januari 2025, jembatan tersebut kembali ditabrak dua kapal tongkang bermuatan batu bara, yakni Tugboat Bloro 7 yang menarik tongkang Roby 311 serta Tugboat Raja Laksana 166 yang menarik tongkang Danny 95.

Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim, mengatakan secara geometri dan visual belum ditemukan indikasi pergeseran struktur jembatan.

“Sehingga untuk sementara bisa dinyatakan aman untuk dilintasi. Namun untuk memastikan apakah struktur di dalam benar-benar tidak mengalami kerusakan, kami tetap harus melakukan investigasi teknis lebih lanjut,” kata Aji Firnanda.

Menurutnya, kondisi aman jembatan hanya berlaku untuk lalu lintas di atas jembatan, bukan untuk aktivitas pelayaran di bawah jembatan.

Pasalnya, hingga kini Jembatan Mahulu belum dilengkapi dengan sistem pelindung pilar atau fender.

“Untuk alur sungainya belum boleh dilintasi. Karena belum ada fender, maka aktivitas pelayaran di bawah jembatan masih sangat berisiko,” jelasnya.

“Tanpa fender, kapal dengan bobot sekitar 400 ton saja sudah berpotensi merobohkan jembatan jika terjadi benturan, meskipun bergerak dengan kecepatan relatif rendah, yakni sekitar dua knot atau setara 3,7 meter per detik,” lanjutnya.

“Diperlukan pengamanan tambahan, termasuk asistensi pemanduan dan pengawalan (eskort) ekstra,” tegasnya. (*)

Back to top button