
Seputar Nusantara – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor pangan di Kalimantan Timur melalui realisasi Program Cetak Sawah Rakyat yang telah mencapai 1.053 hektare.
Program ini tersebar di empat kabupaten dan menjadi bagian dari strategi besar menuju kedaulatan pangan nasional.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan program ini merupakan respons atas masih banyaknya lahan sawah yang belum produktif di wilayah tersebut.
“Langkah ini diambil sebagai jawaban atas keprihatinan terhadap produktivitas lahan di Kaltim,” ujarnya.
Dari total 46.640 hektare lahan baku sawah di Kaltim, sekitar 15.000 hingga 16.000 hektare di antaranya masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menghidupkan kembali lahan-lahan tersebut agar mampu menghasilkan padi.
“Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan lahan-lahan menganggur tersebut kembali ‘bernyawa’ dan menghasilkan bulir padi,” jelasnya.
Adapun sebaran program cetak sawah meliputi Kabupaten Berau seluas 425 hektare, Kabupaten Kutai Timur 367 hektare, Kabupaten Paser 201 hektare, serta Kabupaten Mahakam Ulu 60 hektare.
Program ini juga terintegrasi dengan Gerakan Tanam Serempak yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan di Kaltim dipusatkan di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, Paser.
Khusus di Kabupaten Paser, capaian produksi menunjukkan surplus beras sebesar 15.475 ton.
Hal ini didukung oleh kesiapan teknis yang matang, termasuk penyusunan Survey Investigation Design (SID) yang telah rampung 100 persen.
“Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan Brigade Pangan adalah kunci. Kita tidak hanya mencetak sawah, tapi membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan,” sebut Fahmi.
Memasuki tahun 2026, pemerintah akan memfokuskan langkah pada penyusunan desain teknis (SID) di lokasi baru.
Upaya ini penting untuk memastikan setiap lahan yang dikembangkan memiliki sistem irigasi dan pola tanam yang optimal.
“Program Cetak Sawah Rakyat ini diharapkan menjadi benteng pertahanan pangan, memastikan bahwa kebutuhan beras bagi warga Kaltim dan penghuni IKN di masa depan dapat terpenuhi dari hasil keringat petani lokal,” tegasnya. (*)