Nusantara

Masjid Negara IKN Ditarget Beroperasi Ramadan 2026, Menag RI Cek Kesiapan Fasilitas

Seputar Nusantara – Pemerintah pusat memastikan kesiapan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk segera difungsikan. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang meninjau langsung progres pembangunan rumah ibadah tersebut di kawasan peribadatan Nusantara.

Dalam peninjauan itu, Nasaruddin Umar didampingi Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Kunjungan dilakukan untuk memastikan Masjid Negara siap digunakan menyambut bulan suci Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idulfitri 2026.

Menurut Nasaruddin Umar, Kementerian Agama menargetkan aktivitas ibadah di Masjid Negara sudah dapat dimulai pada Ramadan mendatang. Hal ini sejalan dengan rencana percepatan pemanfaatan fasilitas keagamaan di Nusantara.

“Kami melihat sejauh mana kesiapan menjelang bulan suci Ramadan. Insyaallah Ramadan yang akan datang Masjid Negara IKN sudah mulai aktif digunakan,” ujarnya.
Masjid Negara berdiri megah dengan empat lantai utama dan dua lantai mezanin.

Bangunan ini memiliki luas sekitar 76.647 meter persegi dan mampu menampung hingga 29.095 jamaah.

Ke depan, masjid tersebut juga dirancang untuk diperluas agar dapat mengakomodasi hingga 60.000 jamaah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di IKN.

Selain Masjid Negara, kawasan peribadatan Nusantara juga akan dilengkapi berbagai fasilitas ibadah lintas agama.

Dalam kesempatan yang sama, rombongan mendapatkan paparan mengenai progres pembangunan Basilika yang kini memasuki tahap akhir penyelesaian.

Kehadiran Basilika nantinya menjadi ruang ibadah bagi umat Katolik dan melengkapi fasilitas keagamaan lain, seperti Gereja Kristen, Pura, dan Wihara, yang akan berada dalam satu kawasan.

Nasaruddin Umar menilai, keberadaan Masjid Negara dan fasilitas ibadah lintas umat mencerminkan wajah Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif dan merepresentasikan keberagaman Indonesia.

Seiring percepatan relokasi lembaga pemerintah pusat, Kementerian Agama juga direncanakan mulai berkantor di IKN. Langkah ini, menurutnya, akan mempercepat aktivitas kelembagaan di Nusantara.

“Dengan berkantor di sini, aktivitas kementerian akan semakin cepat. Ini sesuai harapan Presiden agar IKN menjadi ikon bangsa Indonesia yang membanggakan,” katanya.

Operasional Masjid Negara menjadi bagian penting dari kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan sekaligus ruang interaksi sosial, spiritual, dan kebudayaan. Pembangunan fasilitas keagamaan ini diharapkan mampu menghadirkan atmosfer keberagamaan yang damai, produktif, dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Masjid Negara diharapkan menjadi penggerak kehidupan keberagamaan yang inklusif dan memberi ruang bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk beribadah serta berinteraksi,” pungkasnya. (*)

Back to top button