PLN Targetkan Seluruh Desa di Kutim Dapat Aliran Listrik Tahun 2027, Gandeng Perusahaan Sawit

Seputar Nusantara – Rudy Masud, Gubernur Kaltim, merespon belum terpenuhinya kebutuhan layanan listrik di seluruh desa di Kutai Timur.
Rudy Masud menyebut Kutai Timur memiliki 141 desa. Dari jumlah tersebut, 26 desa belum teraliri listrik PLN.
Merepon hal tersebut, Nur Hakim, Manager UP2K Kaltim, melaporkan ada sejumlah desa yang sudah dialiri listrik namun belum 24 jam.
“Ada beberapa desa sudah berlistrik namun belum 24 jam, seperti Desa Manubar dan Desa Manubar Dalam Kecamatan Sandaran. Sejak 2024 beroperasi 12 jam,” ungkap Nur Hakim.
Namun sesuai roadmap PLN hingga tahun 2027 ditarget 100 persen seluruh desa di Kutai Timur akan teraliri listrik PLN dengan alokasi APBN (penugasan).
Nur Hakim menambahkan PLN mengupayakan perusahaan kelapa sawit (PKS) menggunakan excess power (kelebihan daya listrik) dari PT Bumi Mas Agro (BMA).
“Dari PT BMA ada daya sekitar 1 Mw dialirkan 50 – 500 Kw. Memanfaatkan PT BMA dan PLN interkoneķsi sehingga beban masih tercukupi untuk 7 desa sekitar perusahaan,” jelasnya.
Rudy Masud, mengapresiasi upaya PLN bekerjasama perusahaan (PKS) sangat positif dalam mendukung percepatan elektrifikasi di Kaltim.
“Energi listrik PKS-PKS ini bisa diberikan ke masyarakat sekitar dan diatur sistem PLN,” ungkap Rudy Masud.
Gubernur Harum menekankan potensi kelapa sawit sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT) masih belum optimal dimanfaatkan.
Pemanfaatan limbah kelapa sawit, seperti tandan kosong dan cangkang, dapat diolah menjadi biomassa untuk pembangkit listrik.
Selain itu, biogas dari limbah cair kelapa sawit (POME) juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Langkah ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga sejalan dengan komitmen kita terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon,” sebutnya.
Dirinya juga mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, PLN, investor, dan pelaku industri kelapa sawit untuk merealisasikan program ini.
“Limbah komoditas sawit ini melimpah di Kaltim dan harus dikelola untuk energi bagi masyarakat,” paparnya.
Khusus Kutai Timur terdapat 40 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas pengolahan tandah buah segar (TBS) sawit mencapai 2.200 ton perjam.
“Di Kaltim ada tujuh perusahaan sawit yang aktif menggunakan biomassa dan POME untuk listrik dengan total kapasitas 7 MW. Sebagian telah disalurkan ke masyarakat,” tegasnya. (*)