Kaltim Buka Peluang Kerja Sama Karbon dengan Investor Jepang

Seputar Nusantara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang investasi di sektor pemanfaatan karbon dengan menerima kunjungan manajemen Kanzai Corporation asal Jepang.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama yang berorientasi pada pengembangan ekonomi daerah berbasis prinsip pembangunan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, bersama CEO Kanzai Corporation Toshiyuki Hirouchi dan Sekretaris Kanzai Corporation Muhammad Ahmad Lubis, membahas berbagai potensi kolaborasi usaha, khususnya pemanfaatan karbon yang dimiliki Kalimantan Timur.
Seno Aji menjelaskan bahwa potensi karbon tersebut merupakan kelebihan hasil dari pelaksanaan program Forest Carbon Partnership Facility–Carbon Fund (FCPF-CF) yang saat ini dijalankan oleh Pemprov Kaltim.
“Potensi karbon ini berasal dari sisa kelebihan pelaksanaan program FCPF-CF,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemprov Kaltim menyambut baik minat Kanzai Corporation dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menjalin kemitraan dengan investor, baik nasional maupun internasional, selama sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Kami sangat terbuka terhadap rencana investasi yang memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, terutama dalam pengembangan perdagangan karbon ke depan,” jelas Seno Aji.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa program FCPF-CF merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan World Bank.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, pada Desember 2025 lalu, Kaltim telah menerima dana karbon sebesar USD 89,1 juta.
Seno Aji berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang saling menguntungkan serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kalimantan Timur di masa mendatang. (*)