Arus Mudik 2026 Diperkirakan Meningkat, PELNI Balikpapan Operasikan Lima Kapal Penumpang

Seputar Nusantara – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Balikpapan menyiapkan tambahan armada kapal penumpang serta meningkatkan frekuensi pelayaran untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada musim Lebaran 2026.
Kepala Cabang PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, mengatakan peningkatan layanan tersebut dilakukan setelah melihat tingginya tingkat okupansi penumpang pada periode mudik tahun ini.
“Tahun ini secara reguler ada tiga kapal, namun karena melihat okupansi penumpang sangat tinggi, kami menambah dua kapal ekstra. Jadi dari sebelumnya tiga kapal yang beroperasi di Balikpapan menjadi lima kapal,” ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, pada kondisi normal hanya tiga kapal yang melayani rute pelayaran dari Balikpapan.
Namun untuk mendukung mobilitas masyarakat selama arus mudik, jumlah armada ditambah menjadi lima kapal.
Sejumlah kapal yang disiapkan untuk melayani penumpang antara lain KM Dorolonda, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Dobonsolo, serta KM Sinabung.
“Sejumlah armada yang disiapkan untuk melayani penumpang selama musim mudik di antaranya KM Dorolonda, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Dobonsolo, serta KM Sinabung,” jelasnya.
Selain menambah armada, PELNI juga meningkatkan frekuensi pelayaran di sejumlah rute favorit pemudik. Salah satu rute yang diprediksi paling padat adalah jalur pelayaran Balikpapan menuju Surabaya.
Ridwan memaparkan, jika pada kondisi normal kapal hanya singgah satu hingga dua kali dalam sebulan, pada periode mudik tahun ini frekuensinya ditingkatkan menjadi tujuh kali kunjungan.
Menurutnya, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi laut pada musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar lima hingga enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, PELNI tetap mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait pengaturan kapasitas penumpang di kapal demi menjaga keselamatan pelayaran.
“Saat ini kapasitas penumpang yang mendapatkan dispensasi berkisar antara 40 hingga 42 persen dari total kapasitas kapal guna menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik,” paparnya.
Ridwan berharap peningkatan armada dan frekuensi pelayaran tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin pulang kampung melalui jalur laut.
“PELNI berharap dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin pulang kampung melalui jalur laut sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya. (*)