
Seputar Nusantara – Angka inflasi di Samarinda tercatat mencapai 3,92 persen, melampaui target nasional sebesar 3,5 persen.
Pemerintah Kota pun menaruh perhatian serius pada faktor distribusi logistik yang dinilai ikut memengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyebut pengendalian inflasi perlu difokuskan pada dua hal utama, yakni ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi barang di lapangan.
“Kondisi lalu lintas ini turut memengaruhi kelancaran distribusi logistik dan berdampak pada harga barang,” jelasnya.
Ia menyoroti kemacetan yang kerap terjadi di ruas Gunung Manggah, Sambutan hingga Palaran, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi salah satu kendala dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Di sisi lain, Saefuddin memastikan hingga saat ini belum ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi. Selain itu, stok LPG subsidi juga dilaporkan dalam kondisi aman.
“Pihak Pertamina sudah melaporkan hingga kini belum terdapat perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Stok LPG subsidi di Samarinda juga dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Saefuddin.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, harga sejumlah komoditas seperti daging sapi, cabai merah, dan bawang merah relatif stabil, meski sebagian masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Adapun rincian harga di antaranya beras Rp17.500/kg, gula Rp19.600/kg, bawang merah Rp49.000/kg, bawang putih Rp37.700/kg, serta Minyakita Rp18.400/liter.
Komoditas lainnya meliputi daging sapi Rp165.000/kg, daging ayam Rp35.500/kg, telur ayam Rp33.700/kg, cabai merah besar Rp46.500/kg, cabai keriting Rp45.500/kg, cabai tiung Rp78.000/kg, hingga cabai rawit Rp86.000/kg.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Setkot Samarinda, Nadya Turisna, menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam menjaga pasokan, mengingat Samarinda bukan daerah penghasil utama sejumlah bahan pangan.
“Dalam upaya menjaga stabilitas harga, kita juga mendorong inovasi digital, melalui aplikasi pemantauan harga untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat,” paparnya.
Dari sisi cadangan, Perum Bulog Samarinda melaporkan stok beras medium mencapai 8.868 ton dan beras premium 256 ton, serta Minyakita sebanyak 205.556 liter.
Penyerapan gabah juga terus dilakukan dari wilayah sekitar, termasuk Marangkayu dan Samarinda.
“Ini menjadi evaluasi bersama. Dengan kerja sama dan langkah yang tepat, kita optimistis harga komoditas dapat tetap terjangkau dan stabil bagi masyarakat,” tegas Saefuddin. (*)