
Seputar Nusantara – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, saat ini kekurangan blanko KTP elektronik.
Hal itu disampaikan Disdukcapil kepada Komisi I DPRD Samarinda.
Suparno, Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda, mengatakan pembuatan KTP fisik diprioritaskan bagi generasi muda atau yang biasa disebut gen Z.
Sebab tahun ini merupakan pemilihan umum (pemilu) pertama bagi gen Z, sehingga membutuhkan KTP fisik.
“Mereka (Disdukcapil) memfokuskan blanko ini ke gen Z karena sekarang mereka pemilih pemula.
Karena nanti yang ditakutkan adalah pemilih pemula terkendala KTP,” kata Suparno.
Demi meminimalisir permasalahan keterbatasan blangko, Disdukcapil Samarinda juga menyediakan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), di mana aplikasi IKD itu berstatus sebagai pengganti KTP yang selama ini berbentuk fisik.
Menurutnya, ika sudah memiliki IKD maka tidak perlu punya KTP fisik lagi karena datanya sama.
“Aplikasinya elektronik ada di android, jadi tidak perlu takut tercecer karena sudah ada di handphone dan datanya sama seperti fisik,” jelasnya.
Meski telah disediakan aplikasi IKD, hingga kini pemerintah belum menghapuskan KTP fisik secara 100 persen dan tetap menyediakan blangko untuk penduduk yang belum bisa beralih ke layanan digital, terutama Manusia Usia Lanjut (Manula).
Karenanya, Suparno menuturkan jika KTP fisik tetap menjadi prioritas bagi gen Z dan Manula, di samping Disdukcapil telah menyediakan aplikasi IKD.
“Fisik tetap diprioritaskan tapi karena kekurangan blanko jadi gen Z dan orang tua yang tidak mengerti dan tidak menggunakan andorid diprioritaskan,” tegasnya. (adv)