Samarinda

Angka Golput Masih Tinggi, DPRD Samarinda Ingatkan KPU Lakukan Inovasi Tarik Minat Beri Hak Suara

Seputar Nusantara – Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, pada Pemilu 2019, tingkat partisipasi pemilih di Samarinda tercatat 72,2 persen.

Sedangkan pada Pilkada Samarinda tahun 2020, partisipasi pemilih hanya sebesar 52,26 persen.

Itu artinya angka golput di Pilkada Samarinda 2020 mencapai 47 persen lebih.

Untuk itu, Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Joha Fajal mengingatkan KPU dan Bawaslu Samarinda bisa memaksimalkan upaya peningkatan partisipasi pemilih masyarakat.

Joha menilai masih banyaknya masyarakat yang memilih Golput sehingga perlu dilakukan evaluasi.

“Kalau berkaitan dengan pemilihan termasuk juga bagaimana masyarakat yang betul-betul bisa mengambil haknya untuk memilih itu sangat kurang, otomatis kami harus mengevaluasi apa sebabnya itu kurang,” kata Joha Fajal, belum lama ini.

Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, saat ini salah satu kendala yang didapati yakni terkait sistem domisili masyarakat setempat.

“Ada beberapa kendala khususnya RT yang menyampaikan informasi dengan sistem yang ada sekarang itu kadang orang yang domisilinya di RT 1 misalnya tapi nyoblosnya justru ada di RT 2,” paparnya.

Ia menyarankan agar para penyelenggaraan pemilu dapat meningkatkan kinerjanya sebab  pencoblosan atau memilih saat pemilu merupakan suatu yang wajib dilakukan oleh masyarakat.

“Jadi harus ada inovasi yang dilakukan oleh KPU termasuk kami di DPRD agar betul-betul masyarakat ini bisa mengambil haknya untuk nyoblos untuk peningkatan partisipasinya,” tegasnya. (adv)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button