Program Beasiswa Kaltim Diharapkan Bisa Berlanjut

Seputar Nusantara – Menjelang purna tugas, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi berharap agar program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) bisa terus dilanjutkan.
Hadi menyebut, BKT merupakan salah satu program pembangunan yang manfaatnya bisa langsung dinikmati masyarakat.
Meski begitu, ia mengakui bahwa program beasiswa seyogyanya memang tidak memberikan dampak langsung.
Namun menurutnya, program beasiswa adalah salah satu upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang manfaatnya akan dirasakan 10 atau 20 tahun lagi.
“Jadi harapan kami, siapapun Pj Gubernur nanti, atau Gubernur terpilih nantinya bisa melanjutkan program ini. Karena sejauh ini manfaatnya bisa dirasakan,” beber Politisi Partai Gelora ini.
Hadi menyebut, program beasiswa yang sudah dimulai sejak 2019 silam sejalan dengan misi Kaltim Berdaulat yang digadang-gadang di era kepemimpinannya bersama Gubernur Kaltim, Isran Noor.
Sejak 2019, Pemprov Kaltim sudah mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk mendanai program beasiswa yang ditujukan bagi siswa-siswa dan mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan.
Totalnya ada 176 ribu lebih siswa dan mahasiswa di Kaltim yang sudah menjadi penerimanya.
Pada tahun 2019, Pemprov Kaltim menargetkan ada 6.500 penerima, namun realisasinya sebesar 13.318 orang. Di tahun 2020, target meningkat dua kali lipat, sebesar 13.000 orang, dan terealisasi sebanyak 30.386 penerima.
Tahun 2021 menjadi satu-satunya tahun di mana jumlah penerima BKT tidak berhasil memenuhi target yang ditetapkan.
Hanya ada 18.530 orang penerima dari target 19.500 penerima. Situasi Pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebabnya.
Sementara pada 2022, penerima beasiswa mencapai 39.944 orang, dari target yang dipasang sebanyak 26 ribu penerima. Lalu pada 2023 ini, dari target 31.700 penerima, sudah terealisasi sbanyak 74.675 penerima per awal Agustus 2023. (*)