Garap Industri Hilirisasi, Pemprov Kaltim Sambut Investasi BPI Danantara di KEK Maloy

Seputar Nusantara – Rencana investasi hilirisasi berskala besar oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Kutai Timur, mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Proyek tersebut dijadwalkan memulai tahap groundbreaking pada Februari 2026 mendatang.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menilai masuknya investasi senilai Rp100 triliun ini sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan industri di Bumi Mulawarman.
Ia menyebut pengembangan industri oleofood berbasis kelapa sawit serta industri Chlor Alkali Plant (CAP) dengan bahan baku garam akan memperkuat struktur industri hilir daerah.
Selain itu, Danantara juga merencanakan pembangunan pabrik pakan ternak di kawasan tersebut.
Menurut Seno, rencana ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat industri hilirisasi sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Harapannya Kaltim dapat bersinergi dengan Danantara agar investasi ini memberi manfaat maksimal bagi daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Pemprov Kaltim mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur pendukung yang perlu disiapkan di KEK Maloy, terutama terkait fasilitas pelabuhan.
Keberadaan pelabuhan dinilai krusial untuk menunjang kelancaran distribusi dan operasional proyek.
Untuk itu, Seno berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh, khususnya melalui Kementerian Perhubungan dan Pelindo, agar fasilitas pelabuhan di KEK Maloy segera dapat dioperasikan.
“Operasional pelabuhan sangat menentukan keberhasilan proyek ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran proyek hilirisasi nasional tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kutai Timur, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami mendorong agar tenaga kerja dari daerah setempat menjadi prioritas. Hal ini sudah kami bahas bersama Danantara dan pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)