
Seputar Nusantara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, menggelar aksi Gerakan Perahu Ketinting Pungut Sampah, melibatkan puluhan nelayan dan berbagai unsur masyarakat, dunia swasta, organisasi dan pegawai.
Dalam gelaran tersebut dilakukan aksi membersihkan aliran Sungai Karang Mumus (SKM) sekaligus membangkitkan kesadaran menjaga lingkungan.
Aksi dimulai dari aliran sungai di belakang Masjid Al-Hikmah, Jalan Perniagaan, hingga berakhir di bawah Jembatan Baru, Jalan Gatot Subroto.
Sebanyak 54 perahu ketinting milik nelayan lokal dikerahkan, dibantu kapal dan speedboat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, dan Polairud.
“Dalam sekali giat, sekitar 4 meter kubik atau 1.449,6 kilogram sampah berhasil diangkut,” kata Endang Liansyah, Kepala DLH Samarinda.
DLH Samarinda juga menambahkan langkah inovatif dengan menaburkan eco enzyme hasil produksi sendiri ke SKM.
Cairan ini membantu mempercepat penguraian sampah organik, mengurangi bau, dan memperjernih air.
Jenis sampah yang dikumpulkan beragam, mulai dari plastik, potongan kayu, tanaman air, hingga limbah rumah tangga.
“Fokus utama adalah memerangi sampah plastik yang sulit terurai. Sampah organik bisa hancur alami dan bahkan dimanfaatkan jadi pupuk. Tapi plastik, bertahan puluhan tahun,” jelasnya.
Endang juga mengungkapkan rencana jangka panjang Pemkot Samarinda untuk mengembangkan SKM menjadi kawasan wisata air.
“Ke depan, akan ada perahu wisata seperti di Thailand. Kawasan ini juga akan kita siapkan sebagai sentra kuliner. Sungai bersih itu bukan hanya indah, tapi bisa jadi sumber kehidupan,” paparnya.
Dirinya menegaskan, sungai yang sehat tidak akan menjadi sumber penyakit. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Aksi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mengembalikan fungsi SKM sebagai sumber kehidupan sekaligus ikon kebersihan Kota Tepian,” tegasnya. (*)