KaltimSamarinda

Pemkot Samarinda Masifkan Edukasi Minta Warga Tidak Buang Sampah ke SKM

Seputar Nusantara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, kembali menggelar gerakan perahu ketinting pungut sampah di Sungai Karang Mumus (SKM).

Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Samarinda, turut melakukan susur aliran Sungai Karang Mumus menggunakan perahu ketinting sambil memungut sampah di sepanjang jalur sungai.

Selain aksi susur sungai dan pembersihan sampah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penaburan 1.000 benih ikan patin ke perairan Sungai Karang Mumus oleh Dinas Perikanan Samarinda.

Saefuddin Zuhri juga secara simbolis menyerahkan armada truk sampah kepada Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso. Kegiatan dirangkai juga dengan penanaman pohon di beberapa titik bantaran sungai.

Wawali Saefuddin Zuhri menyampaikan upaya menjaga kebersihan sungai menunjukkan perkembangan positif dibanding bulan sebelumnya.

Dirinya mengingatkan kondisi Sungai Karang Mumus tidak akan benar-benar pulih tanpa partisipasi masyarakat.

“Kalau kita lihat dengan bulan lalu, ada progres peningkatan untuk kebersihan sampai saat ini. Saya menyusuri Sungai Karang Mumus sambil memungut sampah, berjalan lancar meski di sana-sini masih ada sampah yang terlalu banyak,” kata Saefuddin Zuhri.

Menurutnya, pembersihan bantaran dan turap sungai pada kegiatan tersebut sudah menunjukkan hasil.

“Harapan kami, masyarakat Samarinda jangan lagi membuang sampah sembarangan, tapi buanglah sampah pada tempatnya. Moga-moga Sungai Karang Mumus ini menjadi sungai yang bersih, enak dipandang, bahkan bisa menjadi tempat wisata,” jelasnya.

Sementara itu, Suwarso, Plt Kepala DLH Samarinda, melaporkan hasil pengumpulan sampah pada aksi kali ini mencapai satu ton, meningkat 150 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Ini satu ton yang sudah kita kumpulkan, ada peningkatan 150 persen dari bulan sebelumnya. Kita juga menanam pohon karena masih ada beberapa lahan kosong,” ungkap Suwarso.

Suwarso menegaskan kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga edukasi bagi warga bantaran Sungai Karang Mumus agar memandang sungai sebagai sumber kehidupan.

“Tujuan utama bukan hanya bersih-bersih, tapi kampanye kepada masyarakat yang berdomisili di pinggir sungai untuk menjadikan sungai ini sebagai sumber kehidupan, bukan tempat membuang sampah,” tegasnya. (*)

Back to top button