
Seputar Nusantara – Dinas PUPR Kaltim terus melanjutkan proses pematangan lahan untuk revitalisasi RSUD Aji Muhammad Salehuddin II (RS Korpri) di Gelora Kadrie Oening Samarinda, meski dokumen perencanaan revitalisasi belum rampung.
Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Kaltim, mengatakan pengerjaan fisik proyek revitalisasi RSUD Aji Muhammad Salehuddin II ditargetkan dimulai tahun 2026.
Terkait dokumen kelayakan atau feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) hingga saat ini masih disusun oleh Dinas Kesehatan Kaltim.
“Kita tunggu hasilnya (dokumen FS dan DED) dari Dinkes Kaltim. Nanti setelah itu, baru kita kerjakan fisiknya,” kata Aji Firnanda.
Meski FS dan DED belum rampung, Aji Firnanda memastikan tahapan pematangan lahan bagian dari perencanaan terdahulu yang berkaitan dengan kesiapan lahan.
Sementara FS dan DED yang disusun saat ini berfokus pada aspek bangunan, perhitungan teknis, dan kajian ekonominya.
Sementara untuk izin lingkungan berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) telah selesai diproses bersama Pemkot Samarinda.
“Kita sudah mintakan UKL-UPL, izin lingkungannya itu sudah keluar,” jelasnya.
Menjawab kekhawatiran warga soal potensi air hujan yang langsung mengalir tanpa meresap akibat pematangan lahan, Aji Firnanda memastikan sistem pengendalian air akan disiapkan dengan matang.
Dirinya menekankan PUPR akan menerapkan prinsip zero delta G, yaitu memastikan tidak ada peningkatan limpasan air keluar dari kawasan setelah pembangunan dilakukan.
“Artinya curahan hujan itu kita tampung dulu, kita tahan dulu. Bukan langsung keluar. Caranya dengan sumber resapan dan galian di bawah dasar bangunan,” sebutnya.
Pengerjaan fisik revitalisasi RSUD Aji Muhammad Salehuddin II dianggarkan Rp90 miliar, dialokasikan dalam APBD 2026.
“Target jadinya kalau dengan uang yang ada paling cepat dua tahun, atau di 2027,” tegasnya. (*)