
Seputar Nusantara – Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Samarinda, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting).
Sidak ini digelar guna memastikan stabilitas stok dan harga bapokting menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Rombongan Wawali Samarinda melaksanakan sidak di Pasar Merdeka, dilanjutkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Sentosa, kemudian ke Indogrosir, dan diakhiri di Gudang Bulog Samarinda.
Saefuddin Zuhri mengatakan stok beras untuk menghadapi Nataru, Puasa, hingga Lebaran berada dalam kondisi aman.
“Beras untuk stok ke depannya menghadapi Nataru, Puasa, dan Lebaran aman. Beras lokal memang warnanya sedikit gelap, tapi rasanya lebih nikmat dan pulen,” kata Saefuddin Zuhri.
Selain beras, pengecekan juga dilakukan terhadap berbagai komoditas Blbapokting lainnya. Secara umum, harga masih dalam kondisi terkendali, meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, terutama bawang merah dan cabai.
“Ada beberapa komoditas yang naik, seperti bawang merah. Ini akan kami bahas bersama tim ekonomi untuk mencari solusi agar harganya bisa stabil,” jelasnya.
Kenaikan harga cabai dan bawang merah disebabkan oleh gangguan produksi di daerah pemasok akibat curah hujan tinggi dan banjir.
Kondisi tersebut membuat pasokan menurun, sehingga berdampak pada naiknya harga.
“Produksi di daerah pemasok terhambat karena hujan dan banjir. Barang sedikit, permintaan banyak, otomatis harga naik. Tapi Insyaallah Pemerintah Kota (Pemkot) akan berusaha menstabilkan kembali,” lanjutnya.
Terkait daya beli masyarakat menjelang Nataru, Wawali memastikan secara keseluruhan ketersediaan Bapokting di Samarinda tetap aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Untuk komoditas yang mengalami lonjakan harga, Pemkot Samarinda menyiapkan langkah antisipasi berupa operasi pasar apabila diperlukan.
“Jika bawang merah atau komoditas lain perlu distabilkan, pemerintah siap menggelar operasi pasar,” paparnya.
Pada pengecekan di SPBU, muncul temuan terkait tabung gas elpiji 12 kilogram yang isinya tidak penuh.
Menanggapi hal tersebut, Wawali menjelaskan bahwa hal itu kemungkinan disebabkan oleh tabung bekas yang masih mengandung sisa gas.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji, Red) dan tim pengemasan untuk memastikan hal ini tidak terulang,” tegasnya.
Ia juga memastikan stok gas elpiji, termasuk 3 kilogram, berada dalam kondisi aman, dan distribusinya terus diawasi untuk memastikan tepat sasaran.
“Bapokting di Samarinda aman. Pemerintah akan terus berupaya menstabilkan harga agar masyarakat tidak resah,” tegasnya. (*)