EkonomiKaltimSamarinda

Pemkot Samarinda Perketat Distribusi Bapokting di Pasar-Pasar Tradisional Kota Tepian

Seputar Nusantara – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meningkatkan pengawasan distribusi bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional sebagai langkah menekan laju inflasi daerah.

Langkah ini diperkuat dengan optimalisasi program “Toko Inflasi” yang tersebar di beberapa pasar utama, seperti Pasar Segiri, Pasar Merdeka, Pasar Baqa, dan Pasar Dama.

Pemerintah berharap keberadaan toko tersebut mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga di tengah masyarakat.

Asisten II Sekkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa penguatan stok menjadi kunci utama dalam mengendalikan inflasi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Inflasi bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Karena itu, pertahanan stok kita harus kuat,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan pada pekan ketiga April 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya beras, minyak goreng, daging, tomat, serta ikan tongkol.

Sementara itu, harga bawang merah dan cabai mulai menunjukkan tren penurunan secara bertahap.

Di sisi lain, Marnabas juga mengungkap adanya indikasi penyimpangan distribusi, di mana sebagian stok pangan yang seharusnya masuk ke pasar justru dialihkan ke lokasi lain.

Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab ketimpangan pasokan di beberapa titik.

“Langkah preventif ini diambil guna memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tengah masyarakat tetap aman serta mencegah keresahan akibat kelangkaan stok,” ujarnya.

Untuk mengatasi potensi penumpukan pembelian, Pemkot Samarinda menerapkan pembatasan pembelian maksimal dua item barang sejenis per orang.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga pemerataan distribusi serta memastikan seluruh masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok. (*)

 

 

Back to top button