Komisi IV DPRD Samarinda Koordinasikan Permasalahan Keterbatasan Guru dengan OPD Terkait

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti bahas persoalan minimnya guru SD dan SMP yang menghambat jalannya program untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Ia menyampaikan data kebutuhan guru tahun 2021 sebanyak 290 orang. Tahun ini, 304 orang Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dipersiapkan melalui pembiayaan APBD Samarinda.
“Kalau kebutuhan tenaga pengajar tidak memadai alias kurang, ya tidak mungkin hal itu bisa tercapai. Ini hal yang sangat memprihatinkan. Akan segera kami koordinasikan ke pihak eksekutif dengan Walikota Samarinda,” terang Puji.
Agenda hearing ini turut dihadiri oleh Komisi I, Komisi IV, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, BPKAD Samarinda, dan BPKSDMD Samarinda.
Terkait persoalan lain seperti tenaga guru honorer yang belum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Puji berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera menyelesaikan polemik tersebut.
“Saya kira pemerintah kota harus jeli. Mudah-mudahan dengan Visi dan Misi Walikota termasuk untuk pendidikan agar bisa mengakomodasi keinginan teman-teman supaya bisa lebih sejahtera,” Puji menyampaikan.
Berdasarkan paparan DPRD Samarinda, kebutuhan tenaga pendidik jenjang SD dan SMP saat ini mencapai 1.836 orang.