Samarinda

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Jelaskan Indikator Kota Layak Huni: Samarinda Belum Layak Huni

Angkasa Jaya Djoerani, Ketua Komisi III DPRD Samarinda sebut Samarinda belum dapat dinilai sebagai kota layak huni. Hal ini dipengaruhi oleh aspek fungsional dan tata kelola yang belum baik.

“Saya orang yang menolak keras saat Samarinda dikatakan sebagai kota layak huni. Saya sendiri mungkin yang menentang hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, Samarinda masih seringkali diterjang banjir ketika intensitas hujan meningkat dimana hal ini tidak sesuai dengan kriteria kota layak huni yakni adanya lingkungan dan suasana yang nyaman sebagai tempat tinggal.

“Dari mana dikatakan kota layak huni? Ketika musim hujan, masyarakatnya gelisah. Banjir di Kaltim ini kaya arisan, bergantian saja. Samarinda tidak bisa dikatakan kota layak huni,” ungkapnya.

Bukan tidak berasalan, Angkasa menyampaikan beberapa indikator sebuah kota layak huni. Pertama, ketersediaan kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, sanitasi, dan pangan. Kedua, adanya fasilitas umum serta fasilitas kesehatan. Ketiga, terdapat keamanan dan keselamatan serta kualitas lingkungan yang baik dari aspek lingkungan fisik maupun sosial.

Dirinya menyebut kota layak huni juga tidak terlepas dari kontribusi aktif oleh masyarakat terhadap pembangunan kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button