Lambatnya Penyerapan Anggaran, DPRD Kutim: Pembangunan Kutim Terhambat

SEPUTAR NUSANTARA, SANGATTA – Lambatnya realisasi penyerapan anggaran dalam APBD Kutai Timur (Kutim) menjadi sorotan tajam Anggota DPRD Kutim, Yan. Ia menilai kinerja Pemkab Kutim dalam hal ini terbilang lemah, yang berakibat pada tersendatnya berbagai proyek pembangunan di wilayah tersebut.
“Hampir semua proyek sudah terlaksanakan. Hanya yang jadi masalah, progressnya masih jauh dari harapan,” terang Yan.
Yan memprediksi, belum ada proyek yang selesai hingga 100 persen. Sehingga kebanyakan proyek-proyek tersebut baru berjalan antara 20, 50 hingga 80 persen. “Bahkan mungkin jauh dari target,” sambungnya.
Ia mendesak Pemkab Kutim untuk segera menyelesaikan penataan yang belum rampung. Ia melihat banyak program yang direncanakan, namun implementasinya di lapangan belum menunjukkan hasil yang maksimal.
“Kita harus selesaikan penataan yang belum tuntas. Contohnya penataan Kutim jilid 2. Kita harus akui bahwa penataannya belum selesai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yan mengkritik lemahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemkab Kutim dalam hal pengelolaan anggaran. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama terserapnya anggaran secara tidak optimal, yang berpotensi berakibat pada Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) yang besar.
“SDM kita dalam menyerap anggaran ini sangat lemah. Dalam LKPJ Bupati, Rp 1,7 miliar lebih anggaran tidak terserap. Ini menunjukkan kelemahan pemerintah dalam menyerap aspirasi secara menyeluruh,” kritiknya.
Ia menegaskan bahwa lambatnya penyerapan anggaran berakibat pada tertundanya berbagai proyek pembangunan. Contohnya, jika jalan seharusnya dibangun 100 persen, namun hanya terealisasi 50 persen karena anggaran yang tidak terserap, maka masyarakat tidak dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.