Penurunan Stunting dan Pengembangan Industri Masuk dalam RPD

Seputar Nusantara – Menyambut berakhirnya masa berlaku dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim di akhir tahun ini, Pemprov Kaltim sudah mengantisipasi rencana pembangunan di Benua Etam dengan menyusun Rencana Pembangunan Daerah (RPD). Sekdaprov Kaltim, Sri Wahyuni menerangkan RPD disusun dengan menyesuaikan kebutuhan daerah.
“Seperti penurunan stunting yang masih masuk dalam RPD. Prevalensi stunting diatrget turun menjadi 10 persen hingga 2026 nanti,” terang dia.
Selain itu, pengembangan sektor industri juga masuk dalam dokumen RPD Kaltim. Pemprov Kaltim menargetkan Peningkatan produksi perikanan sebesar 72.405 ton, penambahan produksi daging menjadi 6.930 ton, penambahan produksi hortikultura 33.750 ton, produksi kayu bulat 4 juta m3/tahun, pembangunan 10 rumah produksi bersama, pembangunan Jembatan Nibung (Kutai Timur).
Pemenuhan fasilitas dasar juga menjadi prioritas, yang akan dikerjakan melalui pembangunan SPAM Regional Marangkayu, pembangunan Jalan Batu Besaung-Bandara APT Pranoto, pembangunan jalan akses Jembatan Mahulu-Jalan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, Pemprov Kaltim akan melakukan pembangunan 3 PLTS Terpusat dan 500 titik PJUTS, pembangunan 50 unit instalasi Biogas dari limbah ternak.
“Kita juga menargetkan pengembangan kawasan ekowisata berstandar internasional. Itu ada di tiga danau, Danau Jempang, Danau Semayang dan Danau Melintang yang masing-masing luasnya mencapai belasan ribu hektar,” lanjutnya.
“Kita semua berharap program-program tersebut bisa terlaksana,” pungkasnya. (*)