Ekonomi

DPPKUKM Kaltim Akui Koperasi Merah Putih Belum Berjalan Optimal, Ini Penyebabnya

Seputar Nusantara – Sejak diluncurkan pada 21 Juli 2025 lalu, 1.037 Koperasi Merah Putih di Kaltim, belum berjalan optimal.

Pasalnya, dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil koperasi merah putih yang sudah aktif dalam menjalankan usahanya.

Heni Purwaningsih, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, menilai kondisi ini jadi perhatian serius dan memerlukan percepatan optimalisasi koperasi merah putih.

“Harus ada sinergi dari pusat hingga desa. Semua pihak harus bergerak bersama agar koperasi benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata,” ungkap Heni Purwaningsih.

Data DPPKUKM Kaltim, sebanyak 712 koperasi atau 71 persen sudah terdaftar di aplikasi Simkopdes.

Namun, 325 koperasi atau 29 persen belum masuk sistem akibat kendala teknis, terutama akses jaringan internet di daerah pedalaman.

Dari koperasi yang aktif, hanya 29 yang berhasil membuka usaha dengan total 42 gerai.

Sementara itu, sebagian besar lainnya masih berada di tahap kelembagaan. Untuk kemitraan dengan BUMN, baru 39 koperasi yang mengajukan dan hanya 7 koperasi yang sudah menandatangani perjanjian resmi.

“Potret ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah. Jangan sampai koperasi berhenti di tahap pendirian tanpa aktivitas usaha,” jelasnya.

Mengacu Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, KDKMP diwajibkan mengelola tujuh jenis gerai, yaitu kantor koperasi, sembako, pupuk, cold storage, gudang, logistik, serta apotek atau klinik.

Daerah juga diberikan ruang menambah satu gerai tambahan berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, pemetaan potensi desa menjadi faktor penting agar koperasi berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Tidak semua desa cocok dengan usaha yang sama. Ada yang potensinya di sembako, ada yang di sektor gas, ada pula di bidang lain. Karena itu, kearifan lokal harus jadi dasar pengembangan,” tegasnya. (*)

Back to top button