KaltimSamarinda

Kaltim dan Banda Aceh Bangun Kerja Sama Buka Peluang Industri Hilirisasi Parfum

Seputar Nusantara – Kaltim dan Banda Aceh membuka peluang kerja sama dalam hal pengembangan hilirisasi industri parfum.

Penjajakan kerja sama ini setelah Rudy Masud, Gubernur Kaltim, mengunjungi Provinsi Aceh.

Diketahui, Kota Banda Aceh akan mengembangkan bisnis minyak wangi atau parfum berbahan utama nilam.

“Ke depan Kota Banda Aceh akan terus memperluas jangkauan pasar dunia dengan memadukan nilam dan gaharu yang diperkirakan masih banyak tersedia di Kaltim,” kata Aceh lliza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh.

Iliza memaparkan Aceh memiliki komoditas nilam yang bagus dengan kualitas terbaik di dunia. Potensi ini sangat baik jika dilanjutkan dengan hilirisasi parfum.

Kaltim dan Banda Aceh telah menandatangani kesepakatan saat soft launching Banda Aceh menjadi Kota Parfum, beberapa waktu lalu dan akan ditindaklanjuti.

“Kami sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian Ekraf, kerja sama universitas, ILO dan penjajagan dengan Grass, sebuah kota parfum pertama di Prancis,” jelas llliza.

Menurutnya, Kaltim sangat dikenal dengan komoditas gaharu. Dia meyakini perpaduan antara bahan nilam dari Aceh dan gaharu dari Kaltim akan melahirkan keunggulan dan ciri khas tersendiri bagi Indonesia.

Sementara itu, Rudy Masud, Gubernur Kaltim, menyambut baik inisiatif kolaborasi pengembangan hilirisasi parfum tersebut.

“Ini akan menjadi parfum legend di dunia yang menggabungkan nilam dan gaharu,” ungkapnya.

Terlebih potensi gaharu di Kaltim masih sangat besar. Potensi gaharu itu masih tersebar di hutan-hutan Kaltim, seperti di Berau, Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Paser.

“Kerja sama ini akan menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kaltim,” tegasnya. (*)

Back to top button