Komisi III DPRD Samarinda Khawatirkan Proyek Gunung Manggah Terkendala Pembebasan Lahan

Seputar Nusantara – Pembangunan terowongan Gunung Manggah di Samarinda telah disepakati oleh banyak pihak, termasuk di dalamnya adalah pihak legislator. Samri Sahputra selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda kemudian khawatir bahwa lahan proyek pembangunan terowongan terkendala akibat adanya pembebasan lahan.
Samri Shaputra kemudian menjelaskan bahwa kendala pembebasan lahan nantinya bisa menjadi sandungan di antara sekian banyak kendala yang sangat mungkin muncul saat pembangunan terowongan Gunung Manggah berjalan.
Oleh karenanya, Samri tidak menginginkan ada kendala dalam proyek besutan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda, Andi Harun dan Rusmadi. Samri Shaputra tidak menginginkan jika nantinya pihak ketiga harus mengalami kendala karena kurangnya antisipasi dari Pemkot Samarinda itu sendiri. Jika terkendala, Pemkot perlu lakukan antisipasi dini sebelum proyek pembangunan terowongan dimulai.
“Jadi harus diselesaikan dulu semuanya baru dilanjutkan. Supaya saat proyek dimulai, pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan tidak terkendala lagi dengan adanya masalah sosial di kemudian hari,” kata Samri.
Samri juga menjelaskan bahwa saat ini yang menjadi fokus utama adalah pembebasan lahan.
Namun, Samri Shaputra mengingatkan agar tidak mengklaim proyek terowongan Gunung Manggah dikebut tetapi tidak ada progres.
“Setidaknya ada informasi perkembangan. Apa yang mau dikerjakan dulu. Sudah masuk tahap A, sudah masuk tahap B, dan seterusnya. Kan, begitu,” lanjut Samri Shaputra.
Memasuki awal tahun 2023, proyek pembangunan Terowongan Gunung Manggah dikabarkan akan mulai Groundbreaking. Pembangunan terowongan tersebut dilakukan sebagai upaya memperlancar arus lalu lintas yang selama ini kerap memicu kemacetan di Jalan Otto Iskandar Dinata Samarinda. (ist/jw-kk)