DPRD Samarinda

Komisi IV DPRD Samarinda Bahas Soal Puluhan Kasus Kekerasan di Samarinda

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Data yang dipublikasikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim menunjukkan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Samarinda. Berdasar tersebut, dalam tiga bulan pertama 2024 telah terjadi 57 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tepian.

Merespons hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengaku prihatin. Ia menerangkan bahwa data yang bersumber dari SIMFONI PPA tersebut mengantarkan Samarinda sebagai salah satu daerah dengan angka kekerasan perempuan dan anak yang tertinggi di Kaltim.

“Tentunya kami sangat prihatin dengan angka tersebut. Tapi menurut kami, ini juga tanda bahwa masyarakat semakin berani untuk melaporkan apa yang terjadi pada mereka,” ucap Puji.

Puji pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan kasus kekerasan yang terjadi di sekitar mereka. Menurutnya, laporan tidak harus dilakukan oleh korban. Namun bisa juga jadi orang terdekat yang mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Terlebih saat ini terdapat Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang sudah terbentuk di 59 kelurahan di Samarinda.

“Keaktifan masyarakat sangat diperlukan untuk melaporkan kasus-kasus seperti ini. Sehingga para pelaku bisa mendapatkan efek jera, dan kasus serupa bisa dicegah di kemudian hari,” sambungnya.

Pimpinan Komisi IV DPRD Samarinda itu memastikan bahwa pihaknya akan terus mendukung penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tepian. Puji memastikan bahwa keberpihakan pihaknya akan terus ada pada korban.

Back to top button