Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Stunting Bisa Diatasi Lewat Kesehatan Lingkungan

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda mengakui persoalan stunting masih menjadi hal mendesak dan penting untuk ditangani. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menangani stunting di Kota Tepian adalah dengan mewujudkan lingkungan yang sehat.
“Selain kita dorong pemenuhan gizi, kita juga harus bisa menciptakan lingkungan yang kondisinya sehat untuk tumbuh kembang anak,” jelas Puji.
Puji menyebut, lingkungan yang sehat bisa diwujudkan dengan menciptakan kondisi sanitasi yang baik, dan pemenuhan air bersih dengan kualitas yang layak untuk memenuhi kebutuhan warga.
Ia mengapresiasi kinerja pemerintah daerah selama ini dalam penanganna stunting di Samarinda. Meskipun diakuinya, berbagai tantangan terus muncul seiring dengan bertambahnya penduduk, terutama pendatang yang berasal dari luar daerah.
Puji menjelaskan, kondisi rumah atau lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat bisa menjadi salah satu faktor utama pemicu stunting. “Jadi masalah ini bukan hanya soal kurang gizi, tapi juga lingkungan punya peran di sana,” sambungnya.
Puji juga menekankan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan stunting, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, PUPR, dan Dinas Pendidikan.
“Namun, yang paling penting adalah bagaimana Kota Samarinda dapat mengentaskan kemiskinan, karena kemiskinan merupakan faktor utama penyebab stunting,” tegasnya.
Puji menjelaskan bahwa hampir 50 persen kasus stunting disebabkan oleh kemiskinan, sementara sisanya terkait dengan pemahaman orang tua tentang gizi dan pendidikan. Oleh karena itu, peran puskesmas di setiap wilayah sangat penting untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat.