DPRD SamarindaPariwara

DPRD Samarinda Sidak Terowongan, Minta Penanganan Longsor Dilakukan Maksimal

Seputar Nusantara – Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran Rp94 miliar untuk menangani longsora tanah di sisi inlet dan outlet terowongan.

Proses penanganan akan dilakukan dalam dua fase. Fase 1 mencakup pengerjaan lereng sisi inlet, regrading secara parsial, serta pembangunan struktur Cast in-situ Concrete (CNC) sepanjang 72 meter, senilai Rp39 miliar.

Fase 2 yang dijadwalkan dimulai Januari hingga Desember 2026 akan fokus pada pembangunan ground anchor, struktur lereng lanjutan, serta sistem drainase, dengan anggaran mencapai Rp94 miliar.

Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi III DPRD Samarinda, melakukan sidak lapangan ke lokasi pembangunan akses terowongan Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap.

Deni Hakim Anwar, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, mengatakan sidak lapangan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan proyek serta memastikan keamanan proyek terowongan tersebut.

“Ini bukan untuk menyalahkan Pemkot Samarinda, tapi kami koreksi pelaksananya karena tidak mendeteksi titik-titik rawan longsor. Itu yang menjadi catatan kami,” kata Deni Hakim Anwar.

Pihaknya memastikan bakal melakukan pengawasan ketat pada penanganan longsor inlet terowongan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Jangan sampai kejadian seperti ini berulang. Harus jelas penyebabnya. Jangan sampai ada endapan tanah yang tidak terdeteksi oleh tim perencana dan site engineer,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Deni juga menyoroti penggunaan anggaran. Ia mengingatkan agar dana digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Apalagi proyek ini sebelumnya sudah menghabiskan anggaran besar, dan kini muncul rencana penambahan Rp39 miliar dalam APBD Perubahan untuk penanganan lanjutan.

Pihaknya juga menyoroti belum optimalnya pemasangan blower. Dari enam unit yang direncanakan, baru dua yang terpasang.

Hal ini juga terkait dengan rencana penambahan panjang terowongan sekitar 72 meter.

“Selain itu, dinding terowongan akan dibuat lebih landai karena desain awal terlalu vertikal. Ini penting untuk keamanan jangka panjang,” tegasnya. (adv)

Back to top button