Komisi I DPRD Samarinda Tegaskan Pembangunan Pasar Pagi Sudah Bebas dari Polemik

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, nampak bangunan Pasar Pagi sudah hampir rata dengan tanah. Gedung pasar yang berusia 60 tahun lebih tersebut sudah dibongkat untuk kepentingan revitalisasi pasar.
Pembangunan ulang Pasar Pagi Samarinda memang sempat mengundang polemik. Pasalnya ada penolakan dari puluhan warga, yang bangunannya akan terdampak rencana revitalisasi tersebut. Merespons hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Abdul Khairi angkat bicara.
“Saya sudah bicara dengan perwakilan masyarakat yang punya sertifikat. Mereka yang menolak itu mengakui pembongkaran sudah berjalan, dan mereka juga sudah sepakat agar bangunan mereka tidak diutak-atik,” terangnya.
Ia menambahkan, Pemkot Samarinda juga sudah berkomutmen untuk membangun Pasar Pagi sesuai dengan konsep awal. Sehingga hanya kawasan Pasar Pagi saja yang akan direvitalisasi, tidak termasuk 48 lahan dan bangunan milik masyarakat.
Dia yakin, pembangunan yang tengah dikerjakan Pemkot Samarinda tidak akan mengganggu bangunan milik masyarakat.
“Jadi sekarang, ayo sama-sama kita dukung kebijakan pemerintah. Niatnya baik, perlu dapat dukungan dari kita seaku masyarakat,” sambung Abdul Khairin.
Terpisah, Wali Kota Samarinda, Andi Harun menargetkan memasuki April 2024, pembangunan Pasar Pagi sudah bisa dimulai. Saat ini pihaknya memang tengah fokus untuk membongkar gedung yang sudah berdiri sejak 1950-an itu.
Pemkot Samarinda sendiri menargetkan pembangunan gedung baru Pasar Pagi akan rampung dalam waktu delapan bulan. Dengan demikian, sebelum pergantian tahun 2024, gedung Pasar Pagi diharapkan bisa selesai, dan secara bertahap para pedagang yang selama ini direlokasi ke beberapa tempat bisa kembali menempati lapak mereka di bangunan baru.