DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Bahu Membahu Tangani Kemiskinan Ekstrem

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Di Samarinda, masih ada sejumlah penduduk yang tergolong dalam kategori penduduk miskin esktrem. Untuk menangani dan menuntaskan kemiskinan esktrem di Samarinda, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti menyebut, Pemkot Samarinda tidak bisa bekerja seorang diri. Ia meminta semua pihak bisa terlibat dalam upaya-upaya tersebut.
“Pemerintah ini tidak bisa kerja sendirian, Samarinda harus bisa melibatkan semua pihak. Bukan cuma pemerintah, dan kami sebagai anggota legislative. Namun juga masyarakat secara luas,” jelasnya.
Keterlibatan masyarakat bisa dilakukan untuk tahap awal menangani kemiskinan esktrem di Samarinda, sembari menunggu kehadiran pemerintah untuk menjangkau mereka.
“Kalau kita melihat ada tetangga, atau sanak saudara kita yang hidupnya sangat sulit mohon untuk dibantu. Kalau tidak bisa, bantu lapor saja ke pemerintah setempat,” tambahnya.
Damayanti sejatinya memberikan apresiasi terhadap sejumlah program yang sudah disusun Pemkot Samarinda untuk mengentaskan penduduk Kota Tepian yang tergolong dalam kategori miskin. Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi peluang bagus bagi warga Samarinda untuk keluar dari zona kemiskinan ekstrem.
Untuk informasi, data kemiskinan dan kemiskinan esktrem di Samarinda pada awal tahun 2022 mencapai 9.032 jiwa. Data tersebut diperoleh berdasarkan Pensasaran, Percepatan, Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang merupakan program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.