Relokasi Pedagang Pasar Pagi Sebelum Direlokasi, DPRD Samarinda Minta Disdag Lakukan Pendataan Matang

Seputar Nusantara – Dalam waktu dekat Pemkot Samarinda mulai memindahkan sementara para pedagang di Pasar Pagi.
Pasalnya di 2024 mendatang, pemkot bakal merevitalisasi bangunan Pasar Pagi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin, meminta Pemkot Samarinda memaksimalkan persiapan, baik Disdag juga pedagang.
Disdag diharapkan dapat mengusahakan mendapat tempat dan mengakomodir seluruh pedagang.
Mendata titik-titik kosong dan segera mencari tempat lain jika tidak cukup, juga mengelompokkan pedagang berdasarkan jenisnya.
“Titik-titik tadi misal pedagang kain di mana. Pedagang pasar basah di mana nanti itu didata dulu. Jadi Dinas Perdagangan mendata dulu ketersediaan tempat,” kata Fahruddin, Jumat (8/9/2023).
“Atau nanti yang tidak dapat tempat dicarikan, nanti dicarikan Dinas Perdagangan. Jadi tidak berhamburan lah. Nanti kan takutnya kacau sendiri kalau pada milih dan rebutan,” lanjutnya.
Fahruddin menyarankan, antara Disdag dan pedagang harus banyak ngobrol, untuk meminimalisir dampak-dampak buruk pasca
relokasi.
“Waktu yang diberikan dari Disdag masih panjang. Diberikan waktu September, Oktober, November. Masih ada 3 bulan lah,” tegasnya.
Ia berharap masalah ini tidak berlarut-larut. Jika lancar, November dan Desember jalan proses pengosongan dan pemindahan.
Kemudian Januari pada tahun anggaran 2024 sudah bisa secepatnya melakukan lelang kemudian pengerjaan.
“Nah harapannya di satu tahun selesai. Jadi tidak lama-lama, pedagang bisa berjualan lagi,” pungkasnya. (adv)