DPRD Samarinda Jelaskan Tata Kelola Alsintan ke DPRD Balagan

Seputar Nusantara – Penggunaan alat mesin pertanian atau yang disebut dengan alsintan dijelaskan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin. Ia menyampaikan hal tersebut kepada jajaran DPRD Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Hal tersebut ia sampaikan pada saat Kunker dari DPRD Balagan yang diadakan di Ruang Rapat Gabungan DPRD Samarinda tersebut, Fahruddin menyampaikan tugas dan fungsi DPRD bidang Pengawasan Pemerintah Daerah tentang pengelolaan Alsintan.
“Jadi mereka mempertanyakan kunjungan DPRD Samarinda adalah mengenai kendala penggunaan alat Alsintan yaitu mesin pertanian. Dan itu mahal. Tapi yang menguasai itu ketua kelompok taninya,” kata Fahruddin.
Ia turut menjelaskan bahwa Kabupaten Balangan memiliki luasan lahan pertanian yang cukup memadai yang mencapai 28 hektar. Keluhan tersebut kemudian menjadi masalah bagi anggota kelompok tani lainnya. Kelompok tani lainnya tak mendapatkan sharing penggunaan mesin pertanian tersebut.
Sementara Kota Samarinda dipandang mampu memanfaatkan alsintan berupa hand traktor yang dinilai efektif dengan pengerjaan, lebih cepat, dan mampu menghemat tenaga. Fahruddin kemudian menyimpulkan terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan.
“Salah satunya mereka bisa mengelola suatu wadah untuk alsintan tersebut dengan sistem sewa dan biaya itu diperuntukkan bagi pemeliharaan dan operasional. Jadi ini akan diswakelolakan oleh pemerintah,” lanjut Fahruddin.
Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Balangan, Nur Fariani, menyatakan bahwa pihaknya menginginkan adanya pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Samarinda untuk pengelolaan alsintan. Karena selama ini di Kabupaten Balagan masih banyak keluhan masyarakat.
“Saya mau sharing di sini bagaimana kelolanya mungkin bisa kita terapkan di kabupaten kami, dan akan buatkan perda supaya lebih meningkat,”kata Fariani saat di temui sebelum memulai rapat.
Selain di Kota Samarinda, pihaknya juga akan ke kota Lain untuk studi banding dan mencari yang terbaik yang bisa diterapkan di Kabupaten Balangan. (ist/jw-kk)