Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Masih jadi Momok, Puji: Banyak yang Belum Terungkap

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda menyebut kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih menjadi momok tersendiri bagi warga Samarinda. Bahkan, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut masih banyak kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih belum terungkap.
Padahal berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) pada tahun 2023-2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam laporan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Ia menambahkan, meskipun sudah banyak laporan yang masuk, angka tersebut kemungkinan hanya puncak dari keseluruhan kasus yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
“Mungkin masyarakat masih enggan atau takut untuk melapor. Hasilnya, banyak kasus yang belum terungkap,” jelas Puji.
Ia menerangkan, fenomena kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan seperti fenomena gunung es. Di mana, hanya sedikit yang berhasil terungkap di permukaan. Sementara masih banyak kasus-kasus yang belum sampai ke telinga publik, dan tentunya berdampak pada upaya penyelesaiannya.
Puji menerangkan, perlu ada sosialisasi untuk memberikan edukasi kepada warga agar berani melaporkan kasus-kasus kekerasan yang terjadi di sekitar mereka. Melaporkan kasus seperti ini, menurutnya bukan dalam konteks mencampuri urusan orang lain.
“Justru kita memberikan perlindungan terhadap orang di sekitar kita. Salah satunya dengan melaporkan kekerasan yang mereka alami,” tutupnya.