Jelang Iduladha, DPRD Samarinda Akan Lakukan Sidak untuk Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriahm masyarakat mulai dibuat khawatir dengan kenaikan harga elpiji ukuran tiga kilogram (kg).
Terlebih, bukan hanya harga yang cenderung mengalami kenaikan, namun juga stok tabung gas bersubsidi tersebut miulai sulit untuk ditemukan.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah, menerangkan ada beberapa hal yang ia curigai menjadi penyebab langkanya elpiji di Kota Tepian.
Seperti agen penyalur yang diduga lebih mengutamakan pendistribusian gas ke daerah luar.
“Ini kan karena harga yang bisa didapat dari daerah luar lebih mahal disbanding kalau dijual di Samarinda. Ini yang jadi penyebab gas di wilayah sini menjadi langjka,” kata Laila Fatihah, Senin (10/6/2024).
Ia menyebut DPRD Samarinda berencana melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan apakah kelangkaan gas melon benar terjadi atau hanya isu pemberitaan yang menyebabkan kepanikan di masyarakat hingga berbondong-bondong antre di pangkalan gas.
“Kami juga akan sidak ke lapangan untuk mengecek sebenarnya gas melon ini langka atau tidak, jangan sampai hanya karena pemberitaan saja masyarakat jadi panik dan berebutan beli gas,” tambahnya.
Laila juga menyatakan bahwa inspeksi akan mencakup rumah-rumah makan yang diketahui masih menggunakan gas elpiji 3 kg. Ia ingin Pertamina akan turut serta dalam inspeksi ini dengan membawa tabung Bright Gas.
“Ketika rumah makan ini masih pakai elpiji 3 kg, langsung ditukar, dan diberi tanda atau stiker bahwa rumah makan ini pengguna tabung yang lebih besar,” tutupnya. (adv)