DPRD Kutai Timur

Ubaldus Badu Sampaikan Kekecewaannya atas Perpindahan Alokasi Dana Aspirasi Pendidikan

SEPUTAR NUSANTARA, SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Ubaldus Badu menyampaikan rasa kecewanya atas pengalihan dana aspirasi yang harusnya dialokasikan untuk sektor pendidikan.

Dia membeberkan ada anggaran sebesar Rp1 miliar yang berpindah tanpa sepengetahuannya. Mulanya, dana tersebut dialokasikan untuk lima kecamatan di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang mencakup kecamatan Kaubun, Karangan, Sandaran dan Sangkulirang.

“Dana itu rencananya akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di daerah tersebut,” terangnya.

Ubaldus menjelaskan bahwa dana aspirasi itu berasal dari hasil reses anggota dewan. Aspirasi masyarakat dikumpulkan, dicatat, dan kemudian dijadikan dana aspirasi. Namun, tanpa sepengetahuannya, dana tersebut dialihkan ke daerah lain setelah melewati proses di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) dan dinas terkait.

“Setelah saya cek, ada pergeseran sekitar Rp1 miliar untuk daerah lain. Padahal itu sudah disiapkan untuk pembangunan sektor pendidikan di dapil 5,” tambahnya.

Ubaldus menegaskan bahwa pengalihan ini merugikan daerah terpencil di Dapil 5 yang selama ini kurang mendapat perhatian. Dia menyoroti keadaan memprihatinkan fasilitas pendidikan di daerah-daerah seperti Sandaran dan Karangan. Beberapa sekolah di sana masih berlantai tanah yang becek saat hujan. Sementara itu, sekolah-sekolah di daerah perkotaan sudah mengalami modernisasi.

“Dinas Pendidikan hanya mengalokasikan satu proyek untuk Bengalon. Saya memiliki beberapa proposal pembangunan yang di dalamnya termasuk gedung sekolah, musala, pagar sekolah, bahkan kapel Katolik. Namun, semuanya tidak tersampaikan dengan baik,” tutupnya.

Back to top button