DPRD Samarinda

Puji Sebut Penuntasan Kemiskinan Ekstrem Tidak Bisa Selesai di 2024

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Akhir tahun 2024 menjadi target untuk penanganan miskin ekstrem di seluruh daerah se-Indonesia, termasuk di Kota Samarinda. Padahal, banyak pihak mengaku untuk penanganannya tidak mudah, dan tidak cukup waktu di bawah lima tahun untuk benar-benar hilang.

Seperti yang dikatakan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, dr Sri Puji Astuti juga menilai jika pada tahun ini kemiskinan ekstrem tidak mungkin tuntas.

“Mudah-mudahan di 2025 nanti kita zero untuk miskin ekstrem, tapi ini kita maunya ya. Sama halnya dengan stunting, bahwa juga di akhir 2024 harus tuntas semua kan,” ungkap Puji.

Namun dia juga pesimis bahwa baik kemiskinan ekstrem maupun stunting memang tidak bisa selesai di akhir tanun 2024 ini. Kendati demikian, dia optimis bahwa ke depannya akan ada beberapa perbaikan-perbaikan dan penurunan angka terkait dua halo ini.

“Harapan saya angka kemiskinan bisa ada penurunan drastis di 2025. Meskipun memang untuk zero itu rasanya tidak mungkin,” jelasnya.

Karena dalam pendataan kemiskinan ekstrem itu ada beberapa tahap yang harus dilewati, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Termasuk adanya pelaksanaan Muasyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung, dia ingin pemerintah bisa melihat langsung data yang ada di masing-masing kecamatan.

“Termasuk dengan adanya Musrenbang, kita bisa mendengar juga visi dan misi pak wali kota, untuk menjadikan Samarinda sebagai Pusat Kota Peradaban,” pungkasnya.

Back to top button