Gubernur Kaltim Minta Negara Maju Ikut Bertanggung Jawab Soal Lingkungan

Seputar Nusantara – Gubernur Kaltim, Isran Noor menegaskan urusan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ataupun masyarakat. Namun juga negara-negara maju di seluruh belahan dunia harus ikut terlibat.
Orang nomor satu di Kaltim ini tidak ingin, daerah hanya kebagian tugas menjaga hutan saja. Sementara pihak-pihak lain justru melakukan tindakan-tindakan yang merusak hutan. Dijelaskannya, selama ini negara maju sibuk membangun industri besar, dengan tidak memperhatikan kondisi hutan.
“Lalu negara-negara yang punya hutan, seperti Indonesia dituntut untuk bisa konsisten menjaga hutan,” tegas Isran.
Isran menerangkan, tanggung jawab yang bisa diberikan negara-negara maju bisa mencakup pendanaan untuk mendukung upaya penyelematan hutan dan berkontribusi atas upaya-upaya tersebut.
Ia menegaskan, sudah lebih dari 10 tahun lalu Kaltim telah berkomitmen menjaga hutan dan lingkungan. Menjadikan isu lingkungan dalam RPJMD 2018-2013 dan menggaungkan Program Kaltim Hijau atau Kaltim Green.
Kaltim juga membuat berbagai regulasi berupa peraturan daerah dan peraturan gubernur untuk mitigasi perubahan iklim dan perkebunan berkelanjutan. Semua dilakukan melibatkan semua komponen daerah, masyarakat, pemerintah dan NGO serta LSM.
.
“Dan faktanya upaya penurunan emisi karbon kita sudah dibayar oleh World Bank USD 20,9 juta dari total USD 110 juta melalui program FCPF Carbon Fund. Kita berhasil menurunkan 32 juta ton co2eq dari target 22 juta ton. Masih ada kelebihan 10 juta ton,” tutupnya. (*)