DPRD Samarinda

Puji Sebut Kondisi Budaya Punya Peran dalam Angka Stunting di Samarinda

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut, dari banyaknya faktor yang menyebabkan stunting masih terjadi, ada faktor budaya di dalamnya.

Faktor budaya memiliki peran yang cukup besar, karena mempengaruhi kepdulian manusia dalam urusan sosial. Puji melihat, di Samarinda kepedulian sosial masyarakatnya masih tergolong rendah. Hal dikarenakan Samarinda bersifat heterogen dengan beragam kultur budaya di dalamnya.

“Kondisi ini jelas berbeda dengan daerah-daerah di Pulau Jawa. Di mana, mereka hidup dengan budaya homogen. Jadi mungkin lebih mudah menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka,” jelas Puji.

Namun hal tersebut semestinya tidak jadi masalah besar, jika pemerintah daerah bisa mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Samarinda menurut Puji bisa menggadeng paguyuban-paguyuban dari berbagai suku dan budaya yang ada di Samarinda untuk bersama-sama menangani stunting.

Program-program yang sudah disusun dan direncanakan pun diyakininya akan lebih mudah diimplementasikan, jika banyak pihak terlibat dan mau membantu di dalamnya.

“Pemerintah pertama harus merangsang kepedulian sosial tumbuh di level masyarakat. Sisanya mereka tinggal fokus dalam mengeksekusi program,” sambungnya.

Menurutnya, masyarakat yang hidup dengan kepedulian sosial yang tinggi akan lebih peka dan mudah untuk saling tolong menolong. Sehingga, tak semua urusan menjadi tanggung jawab pemerintah.

Back to top button