DPRD Samarinda

Sri Puji Astuti Minta Penanganan Kasus Kekerasan Utamakan Korban

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Puluhan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak terjadi di Samarinda di sepanjang tahun 2024 ini. Puluhan kasus yang tercatat tersebut mengantarkan Samarinda menjadi salah satu daerah dengan angka kekerasan perempuan dan anak-anak tertinggi di Kaltim.

Hal ini tentu menarik perhatian Komisi IV DPRD Samarinda. Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti meminta kepada seluruh pihak yang berkaitan, agar bisa lekas menangani kasus-kasus yang terjadi. Dalam penanganannya, Puji pun mengimbau agar pihak yang bersangkutan bisa mengutaman kondisi korban.

“Angkanya memang tinggi, tapi fokus kami bagaimana kasus yang tercatat itu bisa ditangani. Dalam penanganannya, kita harus utamakan korban,” pintanya.

Menurutnya, pengutamaan korban perlu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap korban. Sehingga pemulihan dari trauma psikologis yang dialami korban bisa lebih optimal.

Ia meminta kepada instansi terkait bisa memanfaatkan Rumah Perlindungan yang sudah ada selama ini. Dengan begitu, para korban bisa mendapatkan perindungan, dan tempat yang aman untuk bisa memulihkan trauma yang mungkin saja masih dirasakan dalam skala waktu yang tidak sebentar.

“Korban ini untuk sementara mungkin bisa dibawa keluar dari lingkungannya selama ini. Sambil diberikan bimbingan psikologis, dan kita dengarkan apa yang mereka perlukan. Kalau memungkinkan untuk dibantu, apa salahnya,” pungkasnya.

Back to top button