Shania Rizky Amalia Minta Sosialiasi Parkir Non-Tunai Terus Dilakukan

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Shania Rizky Amalia mengingatkan Pemkot Samarinda untuk tidak berhenti melakukan sosialisasi terhadap kebijakan terbaru mereka. Kali ini, kebijakan yang ia maksud adalah penerapan sistem pembayaran non-tunai pada parkir otonom.
Menurutnya, belum semua masyarakat mengetahui bahwa sistem tersebut sudah berlaku sejak Senin (1/7/2024) lalu. Sehingga perlu bagi Pemkot Samarinda untuk melakukan sosialisasi dengan cakupan masyarakat yang lebih luas.
“Jangan sampai nanti, sudah di lokasi malah kebingungan karena bayarnya tidak lagi bisa cash atau tunai. Perlu untuk masyarakat mendapat sosialisasi yang optimal,” ucap Shania.
Ia berpendapat, penggunaan e-money untuk parkir mal lebih efisien dibanding dengan pembayaran tunai atau scan barcode. Untuk informasi, parkir otonom di Samarinda sejauh ini masih didominasi pengelolaannya oleh pusat perbelanjaan modern, dan rumah sakit.
Dia berharap, penerapan sistem non-tunai untuk pembayaran parkir di Samarinda bisa diberlakukan dengan lebih merata.
“Kami harap seluruh masyarakat dapat mengikuti perkembangan ini, sehingga setiap tempat, termasuk area parkir, sebaiknya menggunakan sistem elektronik,” beber Shania.
Shania juga menilai, kebijakan ini dapat meminimalisir penyalahgunaan retribusi. Terlebih seiring dengan perkembangan zaman yang semakin digital, penggunaan e-money di area mal menjadi semakin relevan dan perlu diterapkan.