Nusantara

Menag RI Siapkan Program Beasiswa Kader Ulama di IKN, Libatkan PTIQ dan LPDP

Seputar Nusantara – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mewacanakan program beasiswa pendidikan kader ulama bagi masyarakat Kalimantan Timur yang akan dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Gagasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dua hari di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Dalam agenda itu, Menag meninjau operasional Masjid Negara IKN serta sejumlah infrastruktur strategis lainnya.

Menurut Nasaruddin, program kaderisasi ulama akan difokuskan untuk wilayah Indonesia bagian timur dan terintegrasi dengan pusat kegiatan keagamaan di Jakarta.

“Di IKN nanti kita akan membuat program pendidikan kader ulama. Jadi, Indonesia bagian timur di sini saja, sementara Indonesia bagian barat akan berada di Istiqlal,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan, pembinaan program tersebut akan melibatkan Universitas PTIQ Jakarta dan pengelola Masjid Istiqlal.

Sementara untuk pembiayaan, pihaknya akan mengupayakan dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Pembinaannya dikelola oleh Universitas PTIQ Jakarta dan di Istiqlal. Nanti kita usahakan beasiswa itu dari LPDP,” lanjutnya.

Selain beasiswa kader ulama, Kementerian Agama juga merancang program kajian keagamaan yang akan disiarkan langsung dan terhubung antara Masjid Istiqlal di Jakarta dan Masjid Negara IKN. Konsep ini disebut sebagai “masjid kembar” yang saling terkoneksi secara digital.

“Ilmu apapun yang kita terima di Masjid Istiqlal, ini akan terhubung dengan apa yang kita terima di masjid ini. Ini adalah masjid kembar, antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN. Kalau di sini saya hadir, maka Istiqlal-nya adalah Zoom. Kalau saya di Istiqlal, maka di sini Zoom. Sama juga dengan penceramah yang lain,” jelasnya.

Nasaruddin menambahkan, penayangan kajian akan dilakukan secara bergantian dari Jakarta maupun IKN.

Ia optimistis, berbagai program pendidikan dan penguatan keagamaan tersebut akan menjadikan IKN sebagai pusat peradaban baru di masa depan.

“IKN ini akan menjadi pusat peradaban baru dunia Islam yang akan datang. Kita akan mempertontonkan bagaimana konsep toleransi beragama dengan pertetanggaan kita dengan rumah-rumah ibadah yang lain dalam satu kawasan yang sama,” tegasnya. (*)

 

Back to top button